APH Diminta Selidiki BPKD Gayo Lues Usai Dugaan Gagal Bayar Proyek Fisik dan Belanja ATK Mengemuka

KARO TODAY

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 03:16 WIB

50104 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Dugaan gagal bayar kembali mencuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Sejumlah kegiatan tahun anggaran 2025 hingga memasuki Januari 2026 dilaporkan belum juga direalisasikan pembayarannya oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) setempat.

Informasi yang dihimpun dari internal Dinas Pertanian menyebutkan, belanja Alat Tulis Kantor (ATK) dan perjalanan dinas tahun 2025 hingga kini belum dibayarkan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait pengelolaan keuangan daerah, mengingat tahun anggaran telah lama berakhir.

Tak hanya itu, persoalan serupa juga melanda sejumlah proyek fisik. Di Dinas Perumahan dan Permukiman, beberapa kegiatan pembangunan disebut belum tuntas dari sisi pembayaran. Hal yang sama terjadi pada proyek fisik pembukaan jalan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang rekanan yang enggan disebutkan namanya mengaku terpaksa menanggung utang material dan upah pekerja akibat belum cairnya pembayaran proyek.
“Kami sudah menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, tapi sampai sekarang belum dibayar. Ini sangat memberatkan,” ujarnya.

Lebih memprihatinkan lagi, dana Migas yang peruntukannya sudah jelas dan bersifat spesifik juga dilaporkan belum dibayarkan. Padahal, dana tersebut seharusnya menjadi hak daerah dan dimanfaatkan untuk menunjang program prioritas serta pelayanan publik.

Begitu juga dana BTT yang sudah dibahas diperubahan APBK Perubahan 2025 tak luput gagal bayar.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya masalah serius dalam manajemen kas daerah. Jika benar terjadi gagal bayar, maka dampaknya bukan hanya merugikan rekanan, tetapi juga berpotensi menghambat roda pemerintahan dan merusak kepercayaan publik.

Kepala Badan Keuangan Daerah Gayo Lues, Syukri, yang menjadi titik sentral tanggung jawab fiskal daerah, hingga Selasa 6 Januari 2026 tak kunjung bisa dimintai keterangan. Wartawan yang mencoba menemuinya di kantor tidak disambut apapun selain pernyataan hampa dari staf: “Bapak tidak ada!

Gagal bayar 20 milyar bukan uang yang sedikit tapi pertanyaannya kemana uang yang sebelumnya sudah ada tersedia di kas daerah yang peruntukannya sudah jelas sesuai dengan Dipa SIPD nya?Bersambung!!! (TIM)

Berita Terkait

PT Rosin Kembali Dipertanyakan, Pergantian Nama Dinilai Hanya Menyentuh Kulit Luar
PT Rosin Kembali Menjadi Sorotan, Kesan Kebal Hukum Makin Kuat di Tengah Sorotan Publik
Kapolres Gayo Lues Sambut Kedatangan 100 Personel Brimob Polda Sumsel untuk Bantu Pemulihan Pascabanjir
Longsor Susulan di Putri Betung, Polisi Turun Langsung Pastikan Keselamatan Warga

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 18:56 WIB

Gelombang Dukungan dari Daerah Mengalir untuk Samsuri, S.Pd.I, M.A sebagai Calon Presiden RI 2029

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:27 WIB

Polda Metro Jaya Vs Faisal Amsir, Ujian Nyata Nyali Polisi Tangkap Burnonan Pelecehan Perempuan

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:47 WIB

Unit Intel Kodim 0209/Labuhanbatu Dianugerahi Kartika Award 2026 Amankan Negeri dari Narkoba

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:46 WIB

Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center Perkuat Komponen Utama Dalam Pembinaan Karier Untuk Mewujudkan SDM Yang Unggul

Senin, 9 Februari 2026 - 12:08 WIB

BNN Sita 200 Kg Ganja, Tiga Tersangka Jaringan Aceh–Medan Terancam Hukuman Berat

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:54 WIB

Kasad: Kinerja Prajurit Kita Hargai Dengan Umroh dan Ziarah Rohani

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:46 WIB

KASAD :  Jadilah Komandan Yang Bisa Dipercaya dan Mengayomi Anggota

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:27 WIB

Pangdam I/BB Ikut Uji Kemampuan Fisik dan Latbakjatri Bersama Para Perwira Tinggi TNI AD

Berita Terbaru