Air Mata di Balik Gubuk Marelan: Kompresor Hilang, Dua Anak Terancam Putus Sekolah, Bahkan Untuk Sepiring Nasi Harus Berutang

REDAKSI MEDAN

- Redaksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:37 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN –

Di sebuah sudut Kecamatan Medan Marelan, berdiri sebuah gubuk reot yang menjadi saksi bisu perjuangan sebuah keluarga kecil melawan kerasnya kehidupan.

Di sanalah Bapak Juned bersama istri dan kedua buah hatinya bertahan, meski setiap hari dihimpit kesulitan yang seolah tak kunjung usai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Bagi sebagian orang, kehilangan sebuah mesin kompresor mungkin hanya berarti kehilangan sebuah alat.

Namun bagi Bapak Juned, kompresor itu adalah sumber kehidupan. Dari suara mesin itulah ia mencari nafkah sebagai tukang tambal ban, membeli beras, membayar sekolah anak-anak, dan menjaga harapan keluarganya tetap hidup.

Kini suara itu telah hilang

Mesin kompresor miliknya dilaporkan raib. Sejak saat itu, Bapak Juned hanya mampu menggunakan pompa angin manual untuk melayani pelanggan.

Pendapatan yang sebelumnya sudah pas-pasan kini semakin menurun. Setiap hari ia hanya bisa berharap ada pelanggan yang datang, meski penghasilannya sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Di balik senyum yang dipaksakan, tersimpan luka yang begitu dalam. Anak sulungnya yang berusia 10 tahun telah menunggak biaya sekolah di salah satu SD swasta di Marelan selama lebih dari satu tahun.

Sementara sang adik, Cahaya, yang baru berusia tujuh tahun, harus mengubur impian mengenakan seragam sekolah karena orang tuanya tidak memiliki biaya untuk mendaftarkannya.

Lebih menyayat hati lagi, keluarga ini bahkan pernah tidak memiliki uang untuk membeli makanan.

“Tadi saja kami makan, Bang, tidak ada uang. Saya sampai pinjam uang sama tetangga supaya anak-anak bisa makan. Yang besar nunggak sekolah sudah lebih dari setahun, yang kecil tahun ini tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya,” ucap Bapak Juned dengan mata berkaca-kaca.

Kisah pilu itu kemudian sampai kepada jajaran GRIB Jaya Kota Medan melalui pemberitaan media.

Mendapat informasi tersebut, Ketua OKK DPC GRIB Jaya Kota Medan, Dudi Efni Pasaribu, segera melaporkannya kepada Pembina Ferdy Sanjaya Sembiring, Ketua DPC Rudy Ginting, serta Sekretaris Cabang Drs. Toyib Marbun dan Bendahara Rio Siahaan.

Tanpa menunggu lama, Ketua OKK meminta salah seorang anggota GRIB Jaya DPC Kota Medan yang akrab disapa Aley Gojek untuk segera turun langsung ke lokasi guna memastikan kondisi keluarga Bapak Juned serta melihat secara langsung musibah kehilangan mesin kompresor yang menjadi sumber nafkah keluarga tersebut.

Harapannya, langkah cepat itu dapat menjadi awal hadirnya kepedulian dari berbagai pihak.

Sebab di balik gubuk reot itu, ada dua anak yang masih menyimpan mimpi untuk bersekolah, ada seorang ayah yang terus berjuang tanpa menyerah, dan ada sebuah keluarga yang hanya berharap esok hari bisa makan tanpa harus kembali meminjam kepada tetangga.

Di tengah gemerlap Kota Medan, kisah Bapak Juned mengingatkan bahwa masih ada keluarga yang membutuhkan uluran tangan.

Semoga semakin banyak hati yang tergerak untuk membantu, agar harapan yang hampir padam dapat kembali menyala.(AVID)

Berita Terkait

Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN,Perjuangkan 20 persen Hak Masyarakat
Agenda Rutin Kemanusiaan, IKTS Pekanbaru Gelar Baksos Donor Darah dan Pemeriksaan Mata Gratis untuk Umum
Ketika Kepedulian GRIB Jaya Medan Mengetuk Pintu Gubuk Reyot Pak Juanidi: Masa Depan Dua Anak Berhasil Diselamatkan
Perkuat Komitmen Berantas Narkotika, Kalapas Binjai Hadiri Puncak Peringatan HANI 2026 Secara Daring
Kakanwil Ditjenpas Sumut Pimpin Sertijab Kalapas Tebing Tinggi, Perkuat Tata Kelola Organisasi
Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia
Disiplin, Adab, dan Integritas, Tiga Pesan Kuat Kakanwil Saat Kunjungi Lapas Lubuk Pakam
Suasana Haru dan Bahagia Warnai Pernikahan Kudus Aldo Fri Christian Sembiring dan Chika Putri Valery Br Ginting, Doa Restu Mengalir dari Keluarga dan Sahabat

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 15:00 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bulanan, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Prima kepada Masyarakat

Senin, 27 Juli 2026 - 14:18 WIB

Ngopi Bareng Warga, Kapolsek Babussalam Serap Aspirasi dan Dengarkan Keluhan Masyarakat Desa Kutarih

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:41 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Perayaan Dies Natalis ke-2 GAMKI, Perkuat Sinergi Lintas Agama dan Pemuda

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:37 WIB

Polres Aceh Tenggara Tingkatkan Pengamanan dan Patroli di SPBU, Jaga Ketertiban di Tengah Kelangkaan BBM

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:30 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Gelar Temu Ramah dan Anev Bersama Bhabinkamtibmas Jajaran, Perkuat Peran Sebagai Garda Terdepan Polri

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:42 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pererat Silaturahmi Lewat Subuh Keliling dan Jumat Curhat Bersama Masyarakat

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:37 WIB

Dari Dua Pelaku ke Pemasok Utama, Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Bongkar Jaringan Sabu Medan–Kutacane

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:26 WIB

Polres Aceh Tenggara Kawal Penertiban Pengisian BBM Bersubsidi, Pastikan Tepat Sasaran dan Tertib

Berita Terbaru