Dugaan Pelanggaran Mekanisme oleh Rita Widyawati dan Winston Disebut Picu Konflik Berkepanjangan di Tubuh Partai Gerakan Rakyat Sumbar Retak Dari Pucuk Pimpinan

PUTRY RIBU

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:20 WIB

50142 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumatera Barat, Karotoday.net

Gejolak di tubuh DPW Partai Gerakan Rakyat Sumatera Barat tak lagi sekadar riak perbedaan pendapat. Dalam beberapa pekan terakhir, konflik internal berkembang menjadi polemik terbuka yang menyeret nama Ketua DPW Rita Widyawati serta Wakil Ketua Umum DPP, Winston.

Sejumlah pengurus menilai sumber utama perpecahan berawal dari dugaan pelanggaran mekanisme organisasi yang dilakukan di level pimpinan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

SK Berubah Tiga Kali Mekanisme Dipertanyakan, Sorotan tajam mengarah pada perubahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPW yang terjadi berulang kali dalam waktu singkat.

Menurut Wakil Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Sumbar, Edi Anwar, SK pertama diterbitkan pada 19 Januari 2026 dengan komposisi 15 pengurus. Namun pada Februari, SK tersebut direvisi dan jumlah pengurus dipangkas menjadi tujuh orang.

Belum berhenti di situ tiga hari kemudian kembali terbit SK baru yang mengubah posisi bendahara. Fitriawati ditetapkan sebagai Bendahara dan Merry Yunaida menjadi Wakil Bendahara, padahal sebelumnya Merry menjabat sebagai Bendahara.

Perubahan cepat dan berulang ini dinilai janggal oleh sejumlah pengurus. Mereka mempertanyakan apakah prosedur kolektif kolegial yang menjadi prinsip dasar organisasi benar-benar dijalankan.

Edi Anwar menyebut perubahan tersebut tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan DPP. Ia menduga permintaan revisi dari Ketua DPW diproses dengan mudah oleh DPP tanpa verifikasi mendalam atas dinamika internal di Sumbar. Dugaan Peran Winston dalam Setiap Kebijakan Kontroversial

Nama Winston Wakil Ketua Umum DPP, ikut disebut dalam pusaran konflik.

Beberapa pengurus menyatakan Rita kerap mengatasnamakan instruksi Winston ketika mengambil langkah yang bertentangan dengan hasil rapat DPW. Hal ini memunculkan kesan bahwa keputusan strategis tidak lagi lahir dari forum resmi, melainkan dari komunikasi langsung antara Ketua DPW dan elite DPP.

Di sisi lain Korwil Sumbar Ahmad Darwan disebut beberapa kali tidak mendapatkan laporan terkait perubahan penting di tingkat DPW. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa jalur komunikasi formal organisasi tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

Jika benar terjadi pola komunikasi langsung tanpa mekanisme administrasi resmi dinilai menjadi pemicu utama ketidakpercayaan di internal partai.

Penempatan kerabat dan munculnya Kepengurusan Tandingan konflik kemudian meluas ke tingkat DPD kabupaten/kota. Sejumlah pengurus menyoroti adanya penempatan figur yang disebut memiliki hubungan kekerabatan dengan Ketua DPW di beberapa daerah, seperti Pesisir Selatan, Kota Payakumbuh, dan Padang Pariaman.

Di daerah-daerah tersebut muncul penolakan dari pengurus setempat. Mereka menilai figur yang ditunjuk bukan hasil kesepakatan internal dan tidak melalui proses musyawarah yang semestinya.

Akibatnya muncul kepengurusan tandingan di sejumlah wilayah—sebuah indikasi nyata bahwa soliditas partai mulai terbelah.

Dugaan Ketidaktransparanan Keuangan,Persoalan tak berhenti pada struktur organisasi. Isu pengelolaan keuangan turut memperkeruh keadaan.

Fitriawati yang disebut menjabat Bendahara mengungkap adanya permintaan untuk menaikkan angka pengeluaran dalam catatan keuangan. Kenaikan tersebut disebut berkaitan dengan kebutuhan pribadi Ketua.

Selain itu dana bantuan yang disebut berasal dari Wali Kota Padang serta sumbangan dari Fauzi Bahar dikatakan tidak tercantum dalam laporan keuangan resmi.

Tuduhan ini memunculkan pertanyaan serius mengenai transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana partai di tingkat DPW.

Isu Pungutan untuk Jabatan Sejumlah sumber internal juga menyebut adanya kewajiban pembayaran sejumlah uang bagi individu yang ingin masuk dalam struktur pengurus DPW. Nilainya disebut mencapai jutaan rupiah.

Alasan yang disampaikan antara lain untuk menutup biaya kedatangan Anies Rasyid Baswedan pada Januari lalu serta kebutuhan pendanaan lainnya.

Jika terbukti praktik tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip organisasi politik modern yang menjunjung integritas dan partisipasi tanpa transaksional.

Konflik Berkepanjangan dan Krisis Kepercayaan Rangkaian dugaan pelanggaran mekanisme oleh Ketua DPW dan sikap DPP yang dianggap terlalu mudah mengakomodasi perubahan disebut menjadi akar konflik berkepanjangan.

Sejumlah kader menilai persoalan ini bukan sekadar perbedaan pandangan, melainkan krisis tata kelola organisasi. Ketika mekanisme kolektif kolegial diabaikan, kepercayaan kader di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota ikut tergerus.

Edi Anwar menegaskan pembenahan harus dimulai dari penegakan prosedur organisasi secara konsisten, baik di tingkat DPW maupun DPP.

Hingga artikel ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari Ketua DPW Rita Widyawati maupun Wakil Ketua Umum DPP Winston terkait berbagai tudingan tersebut.

Konflik yang bermula dari dugaan pelanggaran mekanisme kini telah berkembang menjadi ujian besar bagi soliditas Partai Gerakan Rakyat di Sumatera Barat. Tanpa penyelesaian terbuka dan transparan, perpecahan dikhawatirkan akan terus melebar dan meninggalkan luka panjang dalam tubuh partai.

( Putry Ribu )

Berita Terkait

Polda Sumut Sesuaikan Nomenklatur Kepolisian Wilayah, Polres Karo dan Sejumlah Polsek Resmi Berganti Nama
Antusias Warga Wungkirsari Ikuti Baksos Djarum Foundation Dan YBSI KE 31 di PP Salafiah Al Qodir Sleman
507 Warga Kerten Ikuti Baksos Djarum Foundation dan YBSI Ke 88 di PP Mambu’ul Hikmah Ngawi Wabup Hadir Sangat Antusias
Tujuh Hari Menembus Medan Ekstrem Bulusaraung, Seluruh Korban ATR 42-500 Ditemukan
Pangdam I/BB dan Ketua Persit KCK Daerah I/ BB Kunjungan Kerja ke Yon Arhanud 11/WBY
Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa Kunjungi Yonarhanud 11/WBY: Tekankan Profesionalisme Dan Disiplin Prajurit
Pangdam I/BB Kembali Tinjau Kedatangan Bantuan Kasad di Pelabuhan Belawan
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:49 WIB

Tahu dan Tempe Rutan Kelas I Medan Laris Diborong pada Semarak Bazar Produk WBP Peringatan HBP ke-62 Kanwil Ditjenpas Sumut

Kamis, 16 April 2026 - 18:40 WIB

Lapas Sibolga Deklarasikan Komitmen Anti Narkoba, Pungli, dan Handphone Ilegal

Kamis, 16 April 2026 - 14:23 WIB

Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi, Kalapas Sibolga Sambangi Polres Tapanuli Tengah

Rabu, 15 April 2026 - 21:29 WIB

Bapas Kelas I Medan Ikuti World Congress on Probation and Parole 2026 di Bali, Perkuat Transformasi Pemasyarakatan Berbasis HAM

Rabu, 15 April 2026 - 21:01 WIB

Razia Gabungan Bersama APH, Lapas Narkotika Pematangsiantar Perkuat Komitmen Zero Halinar Sambut HBP ke-62

Rabu, 15 April 2026 - 19:41 WIB

Dua PLTBg Ini Jadi Andalan PalmCo Tekan Biaya Energi di Tengah Gejolak Global

Rabu, 15 April 2026 - 12:34 WIB

HBP ke-62 Semakin Semarak, Lapas Narkotika Pematangsiantar Resmi Buka Porseni

Rabu, 15 April 2026 - 10:28 WIB

Gegap Gempita di Lapangan Merdeka, Mayjen TNI Dody Triwinarto Resmi Pimpin Pasukan Petarung Pattimura

Berita Terbaru